Siapa Mengontrol Social Media Influencer

social media influencer indonesia
Endorsement –¬†Pesatnya perkembangan dunia online dua puluh tahun terakhir menstimulus munculnya pekerjaan baru. Ketika ini, seseorang dapat menerima penghasilan besar sampai ratusan juta per bulan dengan memanfaatkan teknologi komputerisasi. Segendang sepenarian dengan pesatnya perkembangan dunia komputerisasi, karenanya timbul istilah baru untuk mereka yang populer di dunia maya. Ada Entertainer Sosmed, Selebgram dan Selebyoutube. Bermacam-macam pekerjaan yang berkaitan dengan dunia komputerisasi sekarang juga bermunculan. Mulai dari komputerisasi marketing, buzzer, youtuber, sampai social media influencer. Aneka pekerjaan ini sekarang mulai dilirik. Tidak cuma sebab membikin tenar, tetapi penghasilan yang diperoleh dari hasil pamer diri di media sosial rupanya menggiurkan.

Secara biasa social media influencer dapat diistilahkan sebagai seorang pengguna media sosial yang mempunyai kredibilitas baik dalam sebuah hal. Dia umumnya mempunyai pengikut yang banyak, dan sanggup membikin pengikutnya setia. Orang-orang seperti ini sekarang awam diburu oleh produsen. Mereka dipinta mempromosikan produk, dalam bahasa popularitas kini ialah endorser. Jumlah pengikut mereka yang menempuh puluhan malah ratusan ribu ialah pasar potensial untuk disasar produsen. Apalagi bila ia mempunyai keterikatan emosional dengan pengikutnya, karenanya fans garis keras akan berpotensi mencontoh apa yang dikerjakan.

Namun bagi pengamat sosial media Nukman Luthfie, hal hal yang demikian sesungguhnya bukan hal baru. Ini cuma sebuah metode baru menjual produk dengan target golongan milenial. “Hakekatnya itu kan bukan hal baru yaa, itu telah lama sekali sesungguhnya. Telah awam juga. Jadi memang orang-orang yang punya imbas besar di media sosial, bukan cuma pekerja seni, orang awam malah yang punya imbas besar atau followernya banyak, memang seperti menerima kesempatan rejeki berupa endorsmen produk. Jikalau berkeinginan menargetkan kaum milenial yang memang banyak di media sosial itu tepat sasaran sekali” ujar Nukman Luthfie terhadap VIVA.

Berdasarkan Nukman, pola pergaulan sosial yang terjadi kini berdampak juga pada pola promosi produk. Perkembangan media sosial membikin social media influencer bertambah banyak. Sampai 2018 permulaan, dikutip dari Heepsy.com, jumlah social media influencer telah menempuh 12.809. Jumlah terbesar ada di Instagram yang menempuh 98,8 persen. Selanjutnya ialah Youtube, Blog, Twitter, dan Facebook. Pengguna social media influencer juga bertambah banyak. Nyaris segala produsen mengaplikasikan jasa mereka untuk menjual produk mereka. Mulai dari travel sampai otomotif, mulai dari teknologi sampai parenting.

 

 

Artikel terkait : Social media influencer indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *