Indonesia Batasi Masuknya Baja Impor Mulai 20 Januari 2019

harga besi beton
Harga besi beton –¬†Indonesia akan mengatur baja impor yang masuk ke Indonesia. Pengendalian hal yang demikian, sebagai reaksi pemerintah kepada keluhan pengusaha baja berhubungan maraknya baja impor membanjiri Indonesia. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan mengatakan, pembatasan baja akan tertuang dalam Revisi Aturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 22 menjadi 110. Tertib hal yang demikian nantinya akan mulai berlaku pada 20 Januari 2019.

“Telah selesai permendag 110 dan akan mulai berlaku 20 januari,” ujarnya dikala dijumpai di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (7/1/2019). Berdasarkan ia, revisi tata tertib hal yang demikian hakekatnya telah dimasukan ke dalam Undang-Undang semenjak Desember 2018. Tapi baru dapat berlaku pada 20 Januari 2019. “Telah diundangkan. Dan itu jadi semenjak diundangkan 20 Desember ia berlaku satu bulan kemudian 20 Januari 2019,” ungkap ia.

Ketidakhadiran tata tertib hal yang demikian diinginkan dapat mengatur sekalian membendung gempuran baja impor dari luar negeri. Dikenal, pada 2018 konsumsi baja yang berasal dari impor diperkirakan meningkat sebesar 55 persen. Sementara keperluan impor baja pada 2018 sendiri menempuh 14,2 juta ton. Angka ini jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya, impor baja menempuh 52 persen dari keperluan baja dalam negeri. Adapun keperluan baja dalam negeri pada tahun 2017 ialah sebesar 13,6 juta ton. Tapi Oke tak dapat memutuskan besaran angka impor baja yang akan masuk ke Indonesia seiring pelegalan tata tertib hal yang demikian. Tapi yang pasti, ia optimis tata tertib baru ini dapat menekan impor baja.

“Kita lihat itu kan tergantung. Kita enggak ada sasaran untuk itu. Kita hanya mencoba mengembalikan impor,” tandasnya. Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan China beratensi merelokasi industri baja mereka ke Indonesia. Meski ini yaitu buntut dari eskalasi perang dagang dengan Amerika Serikat.

“Tiongkok juga memandang dengan hubungannya dengan Amerika mereka berharap merelokasi industri baja, kami boleh tak? Ya aku bilang boleh,” kata ia, dalam Konferensi Pers, di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (18/12/2018). Saat demikian, eks Kepala Staf Kepresidenan ini mengatakan China boleh masuk dengan sejumlah persyaratan, salah satunya produksi tak boleh lebih dari 7,5 juta ton. Meski ini, kata ia, sudah memperhitungkan keperluan baja dalam negeri. Diinginkan ini keperluan baja dalam negeri sebesar 15 juta ton sementara produksi dalam negeri sebesar 7,5 juta ton.

” 7,5 juta ton sebab produksi kita 7,5 juta ton dan keperluan kita 15 juta ton sehingga kita tak perlu impor lagi,” terang ia. Dengan adanya investasi baja China ini, ditambah berjenis-jenis kebijakan pembatasan impor salah satunya seperti pengaplikasian B20, defisit transaksi berjalan Indonesia bisa ditekan. “Jadi sesudah mengurangi impor migas dengan B20 dan mengurangi baja sebab dapat produksi sendiri, karenanya dalam 3 tahun ke depan CAD kita tak akan seperti tahun ini. Tahun depan akan jauh berkurang,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *