Kurikulum Pengajaran Kepemimpinan

Manajer Strategic Partnership DD Pengajaran, Aza El Munadiyan mengatakan, tujuan dari perhelatan pembicaraan Education Outlook 2019 ini untuk menatap wajah pengajaran di Indonesia tahun 2019. “Menghadapi tahun politik, tema seputar kurikulum kepemimpinan dalam pengajaran menarik untuk diperbincangkan,” – st monica kelapa gading

Dibuktikan Aza, secara lebih khusus pembicaraan ini mencoba menilai kurikulum kepemimpinan di Indonesia, sekalian memprediksi kesempatan penggunaannya pada tahun 2019. “DD Pengajaran mau bisa terbangun sinergi dengan pemerintah, akademisi, perusahaan, juga sesama NGO untuk mengaplikasikan kurikulum kepemimpinan pada skala nasional,”katanya.

Direktur DD Pengajaran, Muhammmad Syafi’ie El-Bantanie menyebut keperluan akan kurikulum pengajaran kepemimpinan adalah rangkuman dari kesibukan program pengajaran yang institusi ini lakukan selama 14 tahun baru-baru ini.

“Dikala membangun tatanan bangsa ini, kita akan senantiasa dihadapkan pada masalah pengajaran. Maka, ini saatnya kita berkontribusi secara konkrit untuk kemajuan bangsa ini”, kata Syafi’ie.

Menurutnya, aplikasi kurikulum kepemimpinan di dalam pengerjaan pengajaran, sudah dikerjakan oleh DD Pengajaran pada program-programnya. Semisal pada sekolah formal yang didirikan oleh Dompet Dhuafa dan dikala ini dikelola DD Pengajaran, SMART Ekselensia Indonesia.

SMART mempunyai kurikulum kepemimpinan yang khas, memadukan konsep kurikulum nasional dan khas SMART. Program lain ialah Beasiswa Pegiat Nusantara, Beastudi Etos, Sekolah Literasi Indonesia yang mempersiapkan para penerima manfaatnya untuk menjadi pemimpin dikala ini bagi masyarakat dan masa depan bagi bangsa dan negaranya.

Wakil Direktur Pasca Sarjana UNJ, Prof. Dr. Ivan Hanafi, M.Pd menyoroti bagaimana peran mahasiswa dalam pembangunan Indonesia. “Mahasiswa sebagai salah satu tonggak pembangunan bangsa patut senantiasa motivasi menggali ilmu baru supaya pembangunan pengajaran di negeri ini tak cuma sekadar wacana,” kata ia.

Hadir pula pada kans ini Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNJ, Prof. Dr. Achmad Sofyan Hanif, M.Pd. Senada dengan Ivan, Achmad bahkan mengangkat potensi mahasiswa dan bagaimana wajib mereka berperan di tengah masyarakat.

“Telah patut mahasiswa mempersiapkan diri mereka menjadi pemimpin. Dan telah saatnya mahasiswa menjadi kader-kader perubahan di masyarakat,” kata Achmad.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *